![]() |
| Ilustrasi Banjir - |
Grobogan, (Sabtu 21/3) Warga desa Karangpasar, kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan mulai dihinggapi perasaan cemas. Betapa tidak, genangan air yang merendam pemukiman desa tersebut tidak juga surut. Bahkan ketinggian air diketahui mulai bertambah.
“Kemarin air yang masuk kerumah warga tingginya maksimal 20 cm. kini sudah mencapai 40 cm. airnya terus mengalir ke persawahan warga. Kami takut ketinggian air terus bertambah” kata warga setempat.
Berdasarkan pantuan, beberapa akses jalan di perdesaan tersebut telah digenangi banjir. Aliran air yang dating dari limpasan sungai Jragung it uterus mengalir melintasi pemukiman menuju areal persawahan setempat.
Siang itu, tim perbaikan tanggul nampak sudah dating ke lokasi. Satu alat berat dikerahkan untuk perbaikan tanggul. Puluhan sak berisi tanah serta sejumlah batang kayu sementara telah digunakan untuk menutup tanggul.
![]() |
| Banjir di Desa Karangpasar, Kecamatan Tegowanu, Grobogan |
“Petugas sempat kesulitan membawa masuk alat berat karena akses menuju lokasi memang sulit terlebih tanah menjadi gembur akibat hujan. Untungnya 90 persen sawah sudah dipanen. Ada 103 rumah yang terendam”,kata Perangkat Desa Karangpasar, Wiryanto.
Kepala Dinas PSDA (Pengelolaan Sumber DAya Air) Provinsi Jawa Tengah, Prasetya Budhi, menjelaskan jebolnya tanggul sungai Jarengun di Desa Karangpasar, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan akibat kurangnya kesadaran warga setempat.
Menurut dia, factor utama penyebab tanggul jebol lantaran warga setempat menanam palawija ditanggul. Akibatnya tanah menjadi gembur dan mudah terkikis gerusan air.
Pihaknya sudah mempersiapkan ribuan sak berisi tanah serta puluhan batang kayu guna keperluan kontruksi tanggul yang jebol tersebut. “Secepatnya perbaikan akan dikebut karena jebolnya tanggul tak terlalu besar seperti yang di Demak. Saya himbau kepada masyarakat agar jangan bertanam di tanggul,” imbuh Prasetyo









Post a Comment